Pompa Hydrant

Pengertian Pompa Hydrant

pompa hydrant adalah seperangkat alat atau mesin pompa yang berfungsi untuk memadamkan api pada saat terjadi kebakaran di suatu bangunan.

Hal-hal yang mendasari perlunya pompa hydrant harus selalu ada pada suatu gedung adalah mengacu pada standar Dinas Pemadam Kebakaran.  Dimana di Indonesia kapasitas minimal untuk pengadaan pompa hydrant umumnya adalah 500 USGPM  atau 1900 liter per menit, dengan total head atau pressure minimal yaitu 60 meter ke atas (6 bar).

Tipe pompa yang digunakan untuk hydrant biasanya menyesuaikan kebutuhan di lapangan, atau berdasarkan spesifikasi yang sudah ditentukan oleh konsultan perencana. Biasanya tipe-tipe yang sering digunakan yaitu : Centrifugal End Suction, Horizontal Split Case, Vertical Turbine, Vertical Multistage dan Horizontal Multistage. Semakin tinggi atau luas suatu area yang akan di Cover oleh pompa hydrant, maka akan semakin besar pula kapasitas dan total head yang dibutuhkan untuk area tersebut. Dan itu akan mempengaruhi pemilihan pompa tipe seperti apa yang sebaiknya digunakan.

Jenis-jenis Pompa Hydrant

Dalam urutan kerja, paket pompa hydrant terdiri dari 3 jenis, yaitu :

1. Pompa Jockey Hydrant (Jockey Hydrant Pump)

Jockey Hydrant Pump atau pompa pacu adalah pompa bertekanan tinggi yang difungsikan untuk menjaga kestabilan tekanan air pada jaringan hydrant. Pompa ini difungsikan secara otomatis, yang menyala atau matinya pompa tersebut didasarkan pada naik turunnya tekanan air pada jaringan hydrant. Adapun tinggi dan rendahnya Pressure yang diinginkan dapat diatur atau di-setting pada Pressure Switch yang terhubung pada Control Panel pompa jockey.

2. Pompa Elektrik Hydrant (Main Electric Hydrant Pump)

Main Electric Hydrant Pump merupakan alat utama yang akan beroperasi jika terjadi kebakaran, akan menyala secara otomatis apabila katup atau valve pada jaringan pipa hydrant dibuka, dan jika ingin mematikan pompa elektrik hydrant harus dengan cara manual melalui Control Panel.

Pompa ini bekerja berdasarkan turunnya tekanan air pada jaringan pipa hydrant yang diatur juga pada Pressure Switch, dimana titik ON pada elektrik hydrant harus selalu diatur atau di-setting di bawah titik ON jockey.

3. Pompa Diesel Hydrant (Diesel Hydrant Pump)

Diesel Hydrant Pump juga merupakan alat utama yang dipersiapkan sebagai Back Up (cadangan) dari pompa elektrik hydrant. Pompa ini hanya akan beroperasi jika pompa elektrik hydrant tidak bekerja, atau Pressure pada jaringan pipa hydrant turun hingga titik ON terendah pada Pressure Switch. Karena itulah titik ON diesel hydrant di-setting di bawah titik ON dari elektrik hydrant. Dalam sistem kerjanya, diesel hydrant hanya dapat dimatikan dengan cara manual melalui Control Panel atau menutup pasokan bahan bakar dari Diesel Engine (penggerak pompa diesel hydrant).

Sistem kerja pompa hydrant tersebut merupakan sistem kerja yang telah disetujui oleh Dinas Pemadam Kebakaran Nasional Indonesia dan Internasional.

Satu gagasan untuk “Pompa Hydrant

  1. Ping-balik: Pemeliharaan Sistem Hydrant - PT. Cahaya Sakti MandiriPT. Cahaya Sakti Mandiri

Tinggalkan Balasan