Memilih Pompa Transfer

Memilih pompa transfer tidak cukup hanya dengan mengetahui kapasitas dan total head dari si pompa yang akan dipakai saja. Namun karakteristik pompa juga mempengaruhi mana pompa terbaik yang harus digunakan.

Pengertian Pompa Transfer

Pengertian pompa transfer secara umum adalah pompa yang berfungsi untuk memindahkan liquid / cairan dari satu penampungan ke penampungan lainnya.

Jenis Pompa Transfer

Jenis pompa transfer yang paling umum ada 5 jenis, yaitu :

  1. Centrifugal End Suction,
  2. Centrifugal Multistage (terdiri dari Horizontal Multistage dan Vertical Multistage),
  3. Centrifugal Closed Coupled,
  4. Horizontal Split Casing, dan
  5. Self Priming

Pertanyaannya, bagaimana cara memilih pompa yang tepat dengan 5 jenis pompa tersebut?

  • Yang pertama harus mengetahui terlebih dahulu liquid / cairan yang akan ditransfer / dipindahkan. Apakah air biasa? air bersih? air kotor?
  • Yang kedua besar debit liquid / cairan yang akan ditransfer
  • Yang ketiga temperatur liquid / cairan
  • Yang keempat posisi bak penampungan atau sumber liquid / cairan ke penampungan kedua
  • Yang kelima jarak jaringan pipa delivery (pipa buang) dan pipa hisap (pipa sedot).

Saran & Solusi

 

Untuk air bersih dengan suhu di bawah 80°C dan debit relatif kecil antara 50 – 100 liter per menit (l/min) dengan Total Head / daya dorong 10 – 35 meter yang paling cocok adalah menggunakan pompa tipe Closed Coupled, akan tetapi apabila Total Head sudah di atas 100 meter sebaiknya menggunakan pompa tipe Vertical Multistage.

 

Untuk air kotor dengan debit antara 150 – 7000 liter per menit (l/min) dan Total Head / Pressure antara 35 – 130 meter yang paling cocok adalah menggunakan pompa tipe Centrifugal End Suction dan Horizontal Split Casing.

 

Untuk air kotor dengan debit antara 100 – 3000 liter per menit (l/min) akan tetapi Total Head-nya hanya pada kisaran 5 – 25 meter yang paling cocok adalah menggunakan pompa tipe Self Priming, karena pompa jenis ini biasanya untuk pertanian dan perkebunan dengan harga yang relatif lebih murah.

 

Jenis pompa transfer yang daya hisapnya sangat rendah adalah tipe Vertical Multistage, karena pompa jenis ini lebih cocok untuk pendorong, artinya dengan daya hisap yang rendah tetapi daya dorongnya bisa lebih tinggi.

 

Dari uraian di atas jelas bahwa memilih pompa transfer bukan hanya didasarkan pada debit / kapasitas dan Total Head / Pressure saja, akan tetapi ada beberapa faktor yang membuat pemilihan pompa lebih tepat. Hal ini bertujuan agar pompa tersebut sesuai dengan aplikasi di lapangan dan mengurangi tingkat resiko kerusakan terhadap pompa.

memilih-pompa-transfer

memilih pompa transfer

Tinggalkan Balasan